Senin, 28 Oktober 2013

Sejarah Bunga Tangan Pengantin

Berbagai macam variasi bentuk buket bunga pernikahan yang biasanya dibawa oleh mempelai wanita biasanya disesuaikan oleh tema dan kepribadiannya. Memilih bentuk dan variasi bunga tangan juga perlu dipadukan serasi dengan pakaian yang akan dipakainya. Namun, pasti tidak banyak orang yang mengetahui sejarah bunga tangan pernikahan yang sesungguhnya.


Kebiasaan membawa buket merupakan tradisi sejak jaman kuno. Jaman dahulu para mempelai wanita membawa rangkaian yang beraroma bawang putih ataupun rempah-rempah dengan tujuan mengusir roh jahat. Awalnya rangkaian dikalungkan kepada mempelai, namun seiring perkembangan jaman rangkaian tersebut dipadukan dengan macam-macam bunga, tetapi tidak terlepas dari aroma rempah-rempah untuk mengusir roh jahat.

Tradisi tersebut berubah ketika Ratu Victoria menikah dengan Pangeran Albert. Beliau mengganti semua bunga beraroma rempah dengan bunga segar yang wangi dan dapat dikonsumsi. Mempelai wanita akan membawa rangkaian buket pengantin menuju altar, kemudian beberapa bagian dari buket tangan tersebut seperti adas (yang dikenal sebagai ramuan pembangkit gairah) akan dimakan oleh kedua mempelai beserta tamu yang hadir saat resepsi berlangsung.

Di jaman Victoria, bunga menjadi pembawa pesan bagi sepasang kekasih. Setiap bunga memiliki arti masing-masing dan kepercayaan 'bahasa bunga' dimulai sejak abad ke-17. Sepasang pengantin saling mengirimkan bunga kepada kekasihnya sebagai tanda untuk menyampaikan cinta nya. Hal ini menjadi kebiasaan sampai akhirnmya mereka percaya dan digunakan sebagai bunga pengantin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar